"Dok, berikan aku resep agar tidak sakit saat hypmen robek!"
Capella Diandra, gadis berusia tujuh belas tahun yang begitu penasaran dengan having sex. Ia memiliki seorang kekasih yang berprofesi sebagai seorang DJ, membuatnya akrab dengan dunia malam tentu dengan campur tangan sang kekasih. Pikir Capella jika ia memberikan seluruh tubuhnya kepada Orion, kekasihnya itu tak akan pernah berpaling padanya meskipun nantinya ia harus kehilangan mahkota yang seharusnya ia jaga untuk suaminya kelak.
Auriga Pradhana, seorang dokter obgyn muda yang jam prakteknya selalu laris didatangi ibu-ibu muda maupun yang tua. Dengan paras rupawan dan senyum memikat membuat para ibu-ibu itu rela antri berjam-jam hanya untuk berkonsultasi dengan Riga, sapaan akrabnya. Rekan seprofesinya hanya menggelengkan kepala, mengeluh karena pasiennya tak sebanyak Riga. Tapi masalah muncul saat seorang gadis bernama Capella yang terus menerus mengusiknya, hampir setiap hari ia mendatangi Riga dengan alasan konsultasi hanya untuk menanyakan hal-hal yang tak penting, misalnya meminta resep agar tidak sakit saat having sex, cara memprediksi masa subur dan trik agar tak cepat hamil.
Seorang Capella benar-benar mengusik hidup tenang Auriga dan hampir membuat Auriga melupakan komitmen yang sudah dia bangun sejak awal.
"Tidak ada penolakan Krystal. Memang sudah di putuskan kau akan bekerja sama dengan Oh Sehun untuk pemotretan ini. Kau harus mengikutinya, mau ataupun tidak."
Krystal tengah mencoba menahan dirinya sekeras mungkin untuk tidak menjawab lagi perkataan orang yang ada di hadapannya ini.
Cukup. Dia akan diam lagi. Seperti biasa, seperti orang bodoh. Dan itulah dirinya.
Krystal Jung si gadis tolol.
Dan ketika pandangannya bertemu dengan pemuda itu, dia seketika tersadar, dia akan berada dalam masalah lagi. Bahkan lebih besar dari yang kemarin.
*
Short Story
Cast:
Jung Soojung as Krystal f(x)
Oh Sehun as Sehun EXO
*
WARNING: Ini ff Sestal, ud jelas bukan dr cover nya? Semua ini hanya fiksi belaka, jadi untuk beberapa tokoh yang saya tempatkan di posisi yang kurang berkenan untuk anda, mohon maaf. Tidak bermaksud pula untuk menyinggung beberapa pihak. Berpikir cerdas sebelum membaca apalagi mengomentari hal-hal yang dapat memicu pertengkaran, sekian.