She's Not Me

She's Not Me

  • WpView
    Reads 719
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 11, 2022
- Series kedua dari 'Blake Series' - Cerita TIDAK BERSAMBUNG dari series pertama, bisa DIBACA secara TERPISAH - "Kau mengenalku?" Ara mengerutkan dahinya bingung menatap seorang pria yang kini berdiri dihadapannya. Baru saja pria itu menyebut namanya dan ia mendengarnya dengan sangat jelas. Padahal sepertinya ia tidak mengenal pria itu. Sang pria berdehem pelan kemudian mengulurkan tangannya seraya berucap, "aku sedikit heran kenapa kau bisa melupakanku. Tapi perkenalkan, aku Arley." Ara masih mengerutkan dahinya namun tetap menerima uluran tangan pria yang baru saja mengenalkan dirinya sebagai Arley itu. Kepalanya berusaha mengingat wajah Arley. Apakah memang benar ia pernah menemuinya? Tapi kenapa sepertinya belum pernah? "Kita pernah bertemu sebelumnya?" "Ya, tentu saja!" Seringaian kecil muncul di wajah Arley yang entah kenapa membuat bulu kuduk Ara berdiri begitu saja. Dalam sekejap, Ara sudah bisa merasakan jika Arley bukanlah pria biasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • POISONED LOVE
  • 𝗩𝗜𝗝𝗔𝗥𝗗 • 射手 (TAHAP REVISI)
  • Sebelah Luka
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Bayangan Rahasia
  • Masuk ke Novel, Malah Jadi Love Interest!? (bxb)
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • NALA 2: The Storm We Called Love

Kebaikan dan pertolongan yang diberikan gadis cantik itu membangun sebuah cinta yang kian lama menjadi obsesi dan menimbulkan rasa kepemilikan yang sering dikenal posesif. Ini menceritakan kisah cinta antara Allora Catherine dan Albara Morgan. Pertemuan mereka yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, membuat mereka saling merasakan cinta yang sudah lama hilang ditelan masa. Cinta yang diberikan oleh Bara, terus berlarut sampai menjadi belenggu obsesi, bahkan disertai dengan sifat posesifnya. Namun, Allora tak pernah menyadari cinta racun yang diberikan oleh Bara. Akankah lambat laun Allora sadar bahwa itu bukan cinta yang sehat? Dan akankah Bara terus menerus mendekap Allora dengan duri yang ia miliki? ◎◎◎◎ "Ah, tangan mu terluka, tuan. Sebentar, aku membeli dulu obat luka ya, tuan tunggulah disini." "Saya tak butuh bantuan anda, nona muda." ◎◎◎◎ "Kemarilah, baju anda terlalu terbuka, sayang." "Tapi aku suka iniii." Allora merengek. "Jika anda terus menerus membantah, tak perlu ikut. Tidurlah jika begitu!" "Emm, baiklah." ◎◎◎◎ ⚠️ Jika ada kesamaan nama tokoh, latar belakang, ataupun visual tokoh. Mohon maaf, mungkin itu hal yang tak disengaja. ⚠️ Karya ini murni, hasil permikiran saya sendiri

More details
WpActionLinkContent Guidelines