MELUKIS RELUNG WAKTU

MELUKIS RELUNG WAKTU

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2024
Sebelum kalian baca cerita ini. Sebaiknya kalian membaca Kisah Introvert untuk mendalami sosok Aisyah. Kali ini akan membahas perjalanan Aisyah mulai kuliah, hingga menemukan sosok laki-laki. Namun kita tidak tahu bagaimana akhir dari cerita mereka nanti. Yang pasti kisah ini bisa membawa kalian ke kehidupan nyata tentang kisah metamorfosa remaja menjadi dewasa yg mulai terbelenggu rasa dan terjebak di kehidupan hingga menemukan jawaban dari sebuah penantian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTA YANG KU CARI
  • ZA&RA
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Dear Aisyah
  • Qiyamah Senja-completed
  • JUST MY COACH ( Wenzhu )
  • Dibalik JAS & DEBU
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci

Terlahir dari rahim seorang pelacur bukanlah kemauan Ayesha, namun nyatanya kesalahan yang di perbuat orang tuanya sudah menjadi takdir yang begitu menyakitkan untuknya, tak bernasab dan mendapat kutukan sedari lahir benar-benar menyiksa hidup gadis itu, di tambah kegagalan cinta yang ia alami. Hingga semesta tak sengaja mempertemukannya dengan seorang lelaki bernama Irzan Ghazi El-Fathan, yang berhasil membuatnya jatuh cinta kembali di saat ia tidak ingin jatuh cinta lagi. Namun lagi dan lagi, kisah cintanya kembali di ambang ujian yang besar. Apakah Ayesha dan Irzan berhasil bersatu? "Semesta mempertemukanku denganmu disaat aku tidak ingin jatuh cinta lagi, ku harap kamu benar ingin menetap, bukan hanya sekedar singgah di hati." -Ayesha Nindia Taleetha- "Tidak ada pertemuan yang kebetulan, ini sudah termasuk takdir dari Allah, jika kamu tidak ingin jatuh cinta lagi, maka izinkan saya meminta izin Tuhanmu untuk masuk ke hatimu dan memperjuangkanmu." -Irzan Ghazi El-Fathan-

More details
WpActionLinkContent Guidelines