Story cover for LELAH by sweetwinner__
LELAH
  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published May 15, 2021
Semua orang boleh berusaha sekeras mungkin untuk mencapai sesuatu. Namun, semua orang juga boleh beristirahat sejenak untuk melepas lelah.

Tanpa terkecuali seorang pun, tetapi kenapa Adit tidak boleh lelah?

***

Adhitama Sabian. Lelaki 17 tahun yang kerap disapa Adit. Lelaki yang harus patuh, dan tunduk dengan semua perintah Bimo, Ayahnya. Tidak boleh berkeluh kesah, apa lagi menentang. Semua perintah Bimo mutlak haris dilakoni.

Sudah lima tahun lamanya, Adit menjadi seorang anak yang selalu berusaha menjadi anak yang dipinta Bimo. Semenjak kepergian Alia, Ibunya, untuk selama-lamanya, Adit harus merasakan sebuah paksaan, tanpa ada kasih sayang.

Dia, lelah. Dia ingin beristirahat sejenak. Namun, kenapa waktu, dan takdir seolah-olah saling tidak mendukung untuk itu?
All Rights Reserved
Sign up to add LELAH to your library and receive updates
or
#43paksaan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
LUKA cover
No Time To Die cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ] cover
ECCEDENTESIAST (COMPLETED) cover
ACROPYLOVA cover
Hypomone {ὑπομονή} || END✓ cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 parts Ongoing

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."