Semua orang boleh berusaha sekeras mungkin untuk mencapai sesuatu. Namun, semua orang juga boleh beristirahat sejenak untuk melepas lelah.
Tanpa terkecuali seorang pun, tetapi kenapa Adit tidak boleh lelah?
***
Adhitama Sabian. Lelaki 17 tahun yang kerap disapa Adit. Lelaki yang harus patuh, dan tunduk dengan semua perintah Bimo, Ayahnya. Tidak boleh berkeluh kesah, apa lagi menentang. Semua perintah Bimo mutlak haris dilakoni.
Sudah lima tahun lamanya, Adit menjadi seorang anak yang selalu berusaha menjadi anak yang dipinta Bimo. Semenjak kepergian Alia, Ibunya, untuk selama-lamanya, Adit harus merasakan sebuah paksaan, tanpa ada kasih sayang.
Dia, lelah. Dia ingin beristirahat sejenak. Namun, kenapa waktu, dan takdir seolah-olah saling tidak mendukung untuk itu?
"Aku yang bakal bawa Dhega."
"Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak?
"Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?"
Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama.
Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah.
Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya.
"Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."