Honey Lemon

Honey Lemon

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 5, 2023
"Cinta itu kan bagian dari kehidupan, Makanya bisa jadi manis ataupun pahit. Bisa jadi kayak madu ataupun lemon. Tergantung jalan hidup kita masing-masing!" Yap, ini kumpulan cerita romantis yang, yah, gak semuanya manis, ada pahitnya juga. Tapi kehidupan juga begitu kan? Gak semuanya berjalan baik, tentu saja. Anggap saja hidup kita seperti campuran honey dan lemon. Manis dan asam, namun bisa tetap dinikmati, kan? ^^
All Rights Reserved
#16
kumpulancerita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • (Hiatus) Perjodohan || TRE-MON (Haruyeon)
  • DAMARA ✓
  • Daily life of teenagers (END)
  • A Cadence Between Us
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • The Story of Love
  • Cegil Komplek [00L]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines