About Us

About Us

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 18, 2021
"bagaimana jika aku telah memimpikan semua hal?" "Semua hal apa?" "Semua hal tentang kita yang akan bertahan selamanya." "Emang bisa?" "Lihat aja nanti. Untuk sekarang biarin kayak gini dulu,biarin aku mencintaimu,dan aku akan membiarkanmu mencintaiku." "Sampai kapan? Semesta selalu saja cemburu pada kita,ia selalu punya cara buat kita berpisah,aku takut." "Jangan pernah takut. Kalau kamu takut,aku mungkin akan jauh lebih takut. Jadi,bertahanlah dan genggam tanganku selalu."
All Rights Reserved
#448
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • ZATARFA (Tamat)
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Memorable
  • ALETHA √
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Bumi Ranah Sagara ~Tamat~
  • Sejenak Luka
  • Breathe
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines