Reason
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 24, 2021
"Setiap manusia diciptakan bersama dengan alasan kenapa dia ada." Reason | Manusia dan Keberadaannya Amira sedang galau-galaunya merasakan betapa rumitnya menjadi manusia dewasa. Hari-harinya yang biasa-biasa saja sebagai 'pembantu' sementara di usaha katering milik sang tante kian menjenuhkan karena tak kunjung dapat panggilan kerjaan. Mau mengeluh pun sungkan, sebab tak enak rasanya jika makhluk-makhluk tak kasat mata yang sudah menjadi tontonan hariannya menyaksikan ia mengeluh tentang hidup dan karirnya. "Mau ngeluh, tapi nanti diketawain lagi sama mbak-mbak di pohon." Kriris kuarter hidup itu seketika berubah sejak Amira Larasati bertemu dengan Manggala. Seorang dokter spesialis gigi yang tak pernah menggunakan waktu makan siangnya di luar rumah sakit layaknya rekan sejawatnya. Manggala punya alasan tersembunyi kenapa ia memilih berlangganan katering supaya bisa makan siang bersama seorang pasien rumah sakit yang sebenarnya bukan dalam pengawasannya. _______ Cerita "Reason" merupakan salah satu seri dalam kumpulan seri BAHADURI. Cerita yang ditampilkan berisi konten narasi dan screenshot fake-chat.
All Rights Reserved
#113
reason
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jurnal Dokter Muda
  • Transmigration : Aluna Side Story
  • SHAKTI
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Audrey (New version)
  • GRATHA FANA ( TERBIT )
  • Maaf' (Revisi)
  • white heart

Tiga belas dokter muda, baru lulus pendidikan spesialis dan umum, tinggal dalam satu kost sederhana di sudut kota Bandung. Mereka bukan sekadar rekan kerja, tapi teman seperjuangan yang menghadapi dunia rumah sakit dengan segala tekanan, darah, tawa, dan luka yang tak selalu kasat mata. Setiap hari adalah kisah baru-antara ruang tindakan, pasien yang kritis, konflik antar spesialis, hingga rahasia pribadi yang tak semua berani diungkap. Ada Adi, si tenang yang diam-diam mengidap anemia dan hemofilia. Ada Dion, satu-satunya dokter umum yang berusaha jadi penengah di antara para spesialis. Hao, si flamboyan yang dijuluki "buaya" karena tingkahnya di luar jam kerja. Dan mereka semua, satu per satu, dihadapkan pada batas antara kemanusiaan dan profesionalisme. Namun ketika tubuh dan emosi mulai jatuh satu per satu, mereka belajar bahwa menjadi dokter bukan cuma soal menyembuhkan-tapi juga bertahan hidup di antara rasa bersalah, kehilangan, dan cinta yang tertahan. Di tengah gedung rumah sakit yang tak pernah tidur, di antara bunyi monitor dan panggilan code blue, kisah mereka terus berjalan. Karena di balik jas putih itu... ada tiga belas jiwa yang juga ingin didengar. --- • Bahasa kadang baku kadang non baku Jangan lupa vote dan coment

More details
WpActionLinkContent Guidelines