lentera cinta

lentera cinta

  • WpView
    Membaca 1
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 16, 2021
tersakiti dan terkhianati saat masih cinta cintanya sangatlah menyakitkan bagi perasaan seseorang apalagi orang itu adalah sosok yang sangat rapuh dan dikenal sebagai *wanita*. ya... wanita adalah seseorang yang sangat rapuh bahkan saat ucapan orang yang mereka cintai sedikit bernada tinggi maka air matalah yang menjadi syarat ketakutannya. "terimakasih telah mau menerimaku sebagai pasangan sejatimu dan terimakasih atas segala luka yang telah engkau berikan kepada selama aku memperjuangkanmu secara sia-sia. dan yang terakhir aku mau bilang maaf, aku pamit dari masa perjuanganku untukmu,aku pamit ya selamat tinggal assalamualaikum" ~THEA ZUHRI IMNAH~ "Maaf atas perjuanganmu yang selama ini aku sia-siakan tapi apa kata menyesal saat ini sudah tak berguna lagi? aku kira sudha tak berguna karna kau telah pamit dan meninggalkanku mungkin kau tak kan pernah mau untuj kembali lagi karna perlakuan kita kepadamu. aku hanya bisa bilang ~MAAF~" ~ARNELLE AHMAD MALACHI~
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#10
insting
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Young Papa
  • Struggled
  • Shadows of Love
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Narasi patah hati
  • Yang Pernah Patah
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Cerita Tanpa Akhir

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan