ARSENIO

ARSENIO

  • WpView
    Reads 222,358
  • WpVote
    Votes 11,197
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 21, 2021
Arsenio Alaric Delano, pemimpin Venom, geng motor terbesar se-Indonesia. Jika ada yang mengusik Venom Arsenio akan maju paling depan dan orang itu akan hilang. Orangnya dingin, tidak banyak omong, perfeksionis, auranya menyeramkan. Satu hal lagi yang membuatnya di puja oleh wanita seluruh Indonesia adalah karena parasnya yang sangat rupawan, wajahnya bak pahatan patung yang diukir sempurna. Alula Quinza Ganendra, ingin pindah ke Jakarta untuk melupakan masa lalunya. Namun kejadian tidak terduga datang bertubi tubi. Apalagi latar belakangnya yang misterius dan penuh teka teki. Pertemuan mereka seperti takdir. Takdir itu lucu, ada saja caranya mempertemukan dua orang yang tak punya urusan dengan cara yang seolah kebetulan. -Love, friendship, family-
All Rights Reserved
#171
rich
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GEESHAZ
  • Loving you in secret [End]
  • KENZO [END]
  • SAUDARA 4 M
  • DANGEREUX
  • ALBAR
  • ALKASYHA√
  • CAVAZOS [ PROSES TERBIT ]
  • DARLENNA [TAMAT]
  • Kamu Spesial (TAMAT)
GEESHAZ

Geenan Asta Antares, cowok dengan muka datar tapi tampan melebihi kapasitas cowo biasa. Ketua geng REVIRES, geng motor terkenal di Jakarta bahkan Indonesia. Dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya, ia hanya lemah disatu bidang yaitu cinta. Latisha Aluna, cewe lembut yang pintar bela diri namun sangat lemah fisiknya. Memiliki wajah yang sangat cantik, imut memiliki paket complete. "Pou! duh, kenapa poop disini sih?" ucap Tisha. Pasalnya, kucing kesayangannya itu buang air besar di atas mobil yang entah milik siapa. Karna ia bingung, segera saja ia mengambil kucingnya itu dan berniat ingin berlari. Namun sayang, tangannya dicekal oleh seorang laki-laki tampan. "Tanggung jawab," ucapnya penuh penekanan. Tisha meneguk kasar salivanya, tangannya gemetar kemudian menoleh takut pada suara yang menegurnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines