Scattered & Collected

Scattered & Collected

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
Jihan tidak pernah mengenalnya, bertegur sapa apalagi. Wajah lelaki yang kiranya sebaya itu hanya otomatis terpahat permanen dalam kepala ketika ribut dari kulit yang berulangkali ditabrakan hingga berdarah. Dia berdiri di sana, di samping mobil sedan putih mewah. Melihat tanpa iba. Tanpa ekspresi. Jadi tatkala kaki dilangkahkan lari atas perintah ibu di bawah senja terakhir bulan Oktober bersama dentum jantung yang meradang. Aku berjanji. Pada ayahku yang perlahan tidak bergerak. Ini Jihan. Putri tunggalmu, akan membalaskan semua rasa sakit yang mereka berikan seringan bulu. Terkutuklah orang-orang itu. Si pemukul, si pemimpin dan si pemilik wajah tanpa emosi
All Rights Reserved
#176
friendshit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang
  • Andira [End]
  • My Regret ( Tamat )
  • Mysterious Girl
  • Butterfly At The Last Gasp  [JILID I] ✅
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Cinta Yang Hilang Diantara Kebencian
  • Dendam Cinta Tuan Sagara
  • Rindu
  • Perihal Waktu [ REVISI ]

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines