A Different Side Of Arryn

A Different Side Of Arryn

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 30, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
"Ekhem" seseorang berdehem mengagetkan Arryn. Arryn menoleh ke belakang, "Lu pasti anak baru kan gue gak pernah liat lu sebelumnya, dan gue saranin lu pelajarin tatib yang ada di sekolah ini" Arryn merasa familiar pada wajah orang ini. "Lu belum tau salah lu apa? Lu buang sampah sembarangan" "Heh lu yang nabrak gue tadi pagi kan, dan sekarang lu sok ngatur gue, emang lu siapa" jawab Arryn. "Kenalin gue Gavril, ketos di SMA Angkasa" mata Arryn langsung membulat terkejut. "Kenapa diem? Takut apa terpesona sama ketampanan gue?" Tanya Gavril sambil tersenyum mengejek. Mampus gue sekarang bermasalah sama ketos lagi, batin Arryn. "Ohh jangan ngira lu ketos jadi gue takut sama lu, dan gak usah sok tampan depan gue" jawab Arryn lalu pergi meninggalkan Gavril. Menarik juga nih cewe gak biasanya ada cewek yang kasar sama gue, batin Gavril. Arryn, seorang gadis yang punya beberapa kepribadian yang berbeda dan susah diterka oleh orang-orang disekitarnya. Apa yang akan terjadi diantara Arryn dan ketos itu?
All Rights Reserved
#45
masamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • ketua osis galak
  • TELUK ALASKA [SELESAI] ✅
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • Unexpected Prince
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • COLD KETOS [TAMAT]
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • Eramnesia

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines