The Bad Boy's Wife | OG

The Bad Boy's Wife | OG

  • WpView
    LECTURAS 102,435
  • WpVote
    Votos 4,458
  • WpPart
    Partes 44
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 13, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Tengku Harris Iskandar & Tengku Sara Irdina Tengku Sara Irdina , gadis yang memiliki sepasang anak mata berwarna hazel itu menjadi tarikan sejak dia melangkah masuk ke dalam Straw Highschool. Bukan sahaja kerana memiliki rupa paras yang cantik , tetapi juga kerana dia gadis pertama yang berani mencabar ego ketua kumpulan Unix , Tengku Harris Iskandar. Dingin , nakal , sombong , itu yang menjadi tanggapan pertama Sara terhadap si jejaka campuran itali itu. " Kau cakap apa?!" - Harris Iskandar " Harap muka je handsome tapi kesian , dah lah buta , pekak pula tu!" - Sara Irdina Pertengkaran di koridor sekolah menjadi titik pertemuan buat mereka berdua. Bila anjing bertemu kucing , rasa-rasanya apa yang akan terjadi? " Tak payah pandang lama-lama lah , aku tahu lah aku handsome." - Harris Iskandar " Kepala kau." - Sara Irdina " Kenapa? nak ke? " - Harris Iskandar Hari demi hari , minggu demi minggu , pertengkaran itu bagai rutin harian buat mereka. Bila tak bergaduh , mula lah hati ini pedih menahan rindu. " Kau ni cantik juga , macam Erika." - Harris Iskandar " Siapa Erika?" " - Sara Irdina " Anjing jiran aku." - Harris Iskandar Siapa sangka , gaduh punya gaduh rupanya mereka berjodoh. Wasiat yang ditulis sebelum mereka lahir mengikat Harris dan Sara dalam satu ikatan perkahwinan. " Aku terima nikahnya Tengku Sara Irdina binti Tengku Azhar dengan mas kahwinnya sebanyak lima ribu ringgit berserta barang kelengkapan solat dan senaskah Al-quran dibayar tunai..." - Harris Iskandar Dipaksa berkahwin pada usia yang terlalu muda. Lepastu kena kahwin dengan musuh sendiri pulak tu. Agak-agaknya mereka akan bahagia ke? Readers tak tahu ? Author lagi lah tak tahu So let's find out together! " Ti amo, Tengku Sara Irdina." Start : 16.05.21 End : - Akan di edit semula. ( i wrote this story when i was 14 years old ) - This is all from my imagination , please don't copy my stories - ️There's a lot of cringe scenes - Terlampau banyak kesalahan ejaan dan typo
Todos los derechos reservados
#212
harris
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Bahagia Tanpa Syarat  (Complated)
  • AREEN [the Queen of Azriel]
  • [✔] AKSARASSA
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • Adella, Love You! ✔
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Prema Sutram [Completed✔️]

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido