Badboy Romantis

Badboy Romantis

  • WpView
    Reads 70,325
  • WpVote
    Votes 4,118
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 30, 2023
15+ Menikah sama badboy kampus yang urakannya subahanallah. Ganteng si, tapi masa nikah sama badboy. Gue kan pinginnya nikah sama orang yang bisa tuntun gue. Nadhira Zahratus Akbar Gak salah gue nerima permintaan mama buat nikah sama lo. Ternyata lo orang yang gue cari selama ini. Diego Antares Alassandro "Gue emang bukan cowok baik-baik. Tapi gue bakal coba berubah lebih baik demi lo." "Jangan beruba karena gue. Lo berubah demi diri sendiri lo aja. Karena kalau lo berubah karena gue, lo bakal balik lagi kalau gue pergi."
All Rights Reserved
#6
diego
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  • Untukmu Imamku
  • Bismillah Akan Ku Hadapi (Revisi)
  • OUR SECRET (Revisi)
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • SIRAT DUA SURGA
  • Ning Tersembunyi(on Going)
  • Badboy My Husband : End✅
  • Ayat-Ayat Rindu [COMPLETED] ✔
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines