How To Be Perfect?

How To Be Perfect?

  • WpView
    GELESEN 5
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Mai 16, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
Sulit sekali menjelaskan sesuatu jika situasinya mendesak dan membuat kita serasa mati rasa. Saat itu, saat dimana kita bingung harus berbuat apa, lantas yang terpikir, bagaimana caranya menjadi sempurna? Untuk menghindari kesalahan, kesedihan, dan kemalangan? bagaimana caranya?
Alle Rechte vorbehalten
#975
mentalhealth
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Miracle of Survival [END]
  • Alghavi (S2) : After the trauma
  • ON REMEMBERING
  • Noda dalam Cinta
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Behind the Silence
  • woonhak with 5 brothers | boynextdoor [END]

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien