MY IRIDESCENT

MY IRIDESCENT

  • WpView
    Membaca 39
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Okt 10, 2021
ೋ« ○✯◦»ೋ┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┓ Alur cerita ini murni imajinasi @girlzua Tidak bermaksud untuk menghina, menyindir atau mehakimi suatu pihak. ┗┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅ೋ« ○✯◦»ೋ ••• Sarah, gadis biasa dan juga seorang pelajar. Selain itu ia menjabat sebagai kpopers sejak lama. Nmun karena perbuatan buruknya, ia dipindahkan oleh orang tuanya untuk menimbah ilmu di pondok pesantren. Tempat menuntut ilmu yang tak pernah Sarah pikirkan sebelumnya sebagai hukuman dari kedua orang tuanya. Ia berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, bersama teman baru di pesantren. Dan tak lebih mengejutkan lagi, saat seorang laki-laki sempurna dalam agama, menyukai dan melamarnya. "Aku cuma suka Haechan," ucap Sarah lesu. "Saya lebih serius sama kamu dari pada cowok yang namanya Haechan, Sarah," sahut Hamzah tak berekspresi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • IKHWAN PILIHAN ABI {COMPLATE}
  • Mengejar Cinta Halalmu
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • ALIF (TERBIT)
  • Zidan With Syakira
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]
  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • Secretly Yours

⚠️STOP PLAGIARISME⚠️ Seorang wanita yang dulunya sama sekali tak tertarik dengan yang namanya pondok atau semacamnya,hingga akhirnya beranjak dewasa lalu mengerti bahwa ilmu agama sangat amat penting Mengagumi seorang lelaki tanpa adanya sebuah percakapan,berusaha untuk melupakan namun tak bisa. Hingga akhirnya ia di kagumi oleh seorang Gus pemilik pondok pesantren tempat adiknya menuntut ilmu agama Penasaran?? Kepoin langsung ceritanya Note: karya murni hasil dari pemikiran sendiri,maaf jika ada yang salah mohon maklumi karya pertama

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan