Headquarter

Headquarter

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 3, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini bermula ketika Arsen selalu mendengar satu nama tanpa pernah tau wajah si pemilik. Nama yang cukup membuat Arsen penasaran karena disebut di berbagai kesempatan. Mungkinkah seorang pria remaja jatuh cinta hanya dengan membaca sebuah nama ? Terdengar naif tapi itu lah awal mula dari hubungan yang selanjutnya dipertahankan bertahun-tahun. Lalu ketika wajah itu muncul, maka biarkan nama itu selalu menuntun Arsen pulang ke Pusat.
All Rights Reserved
#99
kampuslife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Cita Cinta Arin
  • ARSEN (END)
  • Bayang Jauh [Revisi]
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)
  • Copy of Life
  • RUANG RINDU
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Arseta's Last Step [✔]
  • DAKSA [END]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines