Milky Way

Milky Way

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 20, 2021
P E R J A L A N A N Cukup lewati setiap terjal perjalanan dengan senyuman, karena terjal setiap orang bermacam-macam. Rasa diciptakan oleh Tuhan untuk mengisi kehidupan manusia yang istimewa, mencipatakan adiwarna yang tak pernah dirasakan oleh benda lainnya. Lelah dan sedihmu itu wajar, hanya perlu berhenti sejenak dan bersandar, karena perjalanan yang telah kau perjuangkan dan kau lewati sejauh ini tidak serta merta karena kebetulan tapi karena kuasa Tuhan dan keteguhanmu dalam mendaki setiap rintangan yang menghadang. Secercah cahaya pasti akan datang mengisi kekosongan dan kegelapan sang jiwa yang sudah tak terarah dan putus asa, untuk membangun kembali pondasi kehidupan yang indah dan mengurangi keluh kesah. Harap mencantumkan nama penulis/ sumber cerita jika ingin screenshoot atau memposting di media apapun dan hindari plagiasi! Dengan begitu, kalian sudah menghormati karya tulis orang lain, Terima kasih 💜
All Rights Reserved
#72
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Ruang Diksi [Completed]
  • Diksi Dalam Sepi
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • KIARA [End]
  • Lembut Seperti Doa
  • BAPER {SELESAI}

Ada yang dituliskan karena ingin disampaikan. Ada pula yang dituliskan hanya untuk dikenang dalam diam. Sajak Rasa bukan sekadar kumpulan kata, melainkan perjalanan rasa yang lahir dari tatapan yang terlalu lama, dari rindu yang tak terucap, dan dari keberanian yang terlambat datang. Ini adalah kisah seorang mahasiswa sastra yang jatuh pada keindahan yang sulit didefinisikan-tentang Aini, sosok yang tanpa sadar telah menjadi pusat semestanya. Setiap pertemuan singkat, setiap kebetulan yang diciptakan takdir, menjelma menjadi bait-bait yang ia rangkai tanpa tahu bagaimana akhirnya. Antara kopi yang mulai dingin, rokok yang terbakar perlahan, dan petikan gitar yang menggema di sudut malam, ia terus bertanya: Selanjutnya apa? Sebuah catatan kecil tentang rindu, kebingungan, harapan, dan kenyataan. Tentang mencintai dari jauh, tentang menulis tanpa perlu dibaca, dan tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi tempat pulang bagi hati yang tersesat. Genre: Romansa, Sastra, Slice of Life Tag: #puisi #sajak #cinta #rindu #romansa #sastra

More details
WpActionLinkContent Guidelines