Candala
  • WpView
    Reads 338
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 11, 2022
Naren selalu hidup dalam gelap, tak diharapkan keluarga membuat Naren tahu bagaimana rasa nya sendiri. Sahabat atau teman, bahkan Naren tak punya, karna Naren tahu bahwa ia tak cukup pantas untuk menerima. Ketika ia mendapat kesempatan untuk merasakan yang belum pernah ia rasa, Naren tak akan menyianyiakannya. "Karna kesempatan tak pernah datang dua kali." Dengan ini kisah Naren dan candala nya dimulai. Ucapkan selamat tinggal pada dunia 'damai' yang Naren milikki.
All Rights Reserved
#132
son
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • AMERTA [END]
  • Luka Naren.
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Paradise
  • Silent Phase
  • Clandestine
  • Hilang
  • Sayap Yang Tak Pernah Satu

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Nara tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Nara tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Nara menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Nara di hidup mereka. Karena Nara cacat. Penuh cela. Nara dibenci. Nara disiksa. Nara ditinggal. Nara tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Nara bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines