RAYA VOLTURI✔

RAYA VOLTURI✔

  • WpView
    Reads 8,513
  • WpVote
    Votes 758
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 7, 2026
Caius Volturi---vampir berusia 2000 tahun, salah satu pilar terkuat dari 3 Volturi di Volterra. Kejam, tanpa ampun, tanpa belas kasihan. Dia lah sang eksekutor, sang vonis mati berjalan. Hukum adalah dirinya. Kalimat khas miliknya yang tak pernah berubah selama dua milenium; "I do not offer the second chance." Semuanya sempurna. Hidup abadinya, kekuasaan dan power yang dimilikinya---perfect to the bone. Hanya satu masalah terbesarnya-twin flame yang tak ada. Semua vampir di Volterra akan menemukan api kembar---belahan jiwanya pada usia 100 tahun pertama. Caius? Dia tidak menemukannya, bahkan hingga 1900 tahun lamanya. Konsekuensi datang padanya; sebuah sulur hitam seperti tato tanah yang retak akan muncul di sebelah wajahnya----tepat di bagian bawah mata, menjalar, menyala pijar setiap kali kambuhnya disertai rasa nyeri dan sakit yang membakar, siksaan tak berkesudahan. Hingga ia merasakan sebuah nafas yang terbangun di kejauhan, seseorang yang harusnya datang 1900 tahun yang lalu kepadanya. [{Caius Volturi (Twilight) fanfiction AU}] Dark-romance, angst, historical.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Split Twighlight In The Indies [END]
  • BATAVIA 1920
  • Tenggelam dalam Hindia [END]
  • [END] Boss Uchiha New Version (SasuSaku)
  • Lord Malfoy
  • SERAPHINE II Fanficti  Twilight x OC (END)
  • Little Cullen
  • The General's Sweet Captive
  • Claimed by the shadow
  • Fallen Knight - Sumpah Suci Di Ranjang Raja Iblis

Di bawah langit Surabaya yang pengap oleh aroma rempah dan mesiu, Mayor Matthias von Herhardt berdiri sebagai manifestasi kekuasaan absolut VOC. Sebagai perwira tinggi yang ditakuti, ia tidak terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa ia taklukkan. Namun, segalanya berubah di peron stasiun yang riuh, saat matanya menangkap sesosok anomali yang mustahil: seorang gadis pribumi yang tampak seperti dewi yang tersesat. Gadis itu adalah sebuah penghinaan sekaligus pesona bagi logika sang Mayor. Ia mengenakan celana panjang dan pakaian yang mengekspos garis leher serta bahunya-sebuah pemandangan yang terlampau berani, bahkan untuk standar Eropa di tanah koloni. Kulitnya yang seputih pualam, berkilau di bawah terik matahari, menandakan ia bukanlah rakyat jelata biasa. Menggunakan otoritas militernya yang tanpa batas, Mayor Matthias melakukan tindakan yang tak terduga: ia menahan gadis itu sebagai tawanan pribadinya. Apa yang dimulai sebagai rasa ingin tahu yang dingin, dengan cepat bermutasi menjadi obsesi yang mencekik. Di balik seragam kebesarannya, Matthias merasakan gejolak posesif yang primitif. Baginya, gadis itu bukan lagi sekadar tahanan, melainkan artefak berharga yang harus ia isolasi dari dunia luar. Puncaknya, saat sang gadis berhasil menyelinap dari pengawasannya dan Matthias melihatnya berdiri di dekat pria lain, sang Mayor merasakan "kiamat" kecil dalam dadanya. Darahnya mendidih oleh kecemburuan yang meluap-luap. Baginya, siapa pun yang berani menatap atau menyentuh gadis itu telah melakukan pengkhianatan terhadap perintah militer tertinggi-karena di mata sang Mayor, gadis itu adalah wilayah jajahan terakhir yang hanya boleh tunduk pada titahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines