Me And My Broken Heart

Me And My Broken Heart

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 16, 2021
WpInfo
Poetry
Aku iri pada bulan yang mampu bersinar terang di langit malam dengan atau tanpa adanya bintang di sisinya. Aku iri pada kekuatan sebuah akar pohon yang mampu menopang seberat dan sebesar apapun pohonnya. Aku iri pada orang-orang yang memiliki penyemangat dalam hidupnya. Aku iri pada mereka yang memiliki kasih sayang yang utuh dari orang tuanya. Aku iri pada mereka yang selalu di support oleh orang tuanya. Aku iri pada mereka yang memiliki banyak orang-orang tulus di sisinya. Aku iri pada mereka yang terlahir dalam keluarga yang utuh dan harmonis. Sungguh.. aku iri. Sungguh.. aku pun ingin. Sungguh.. aku rindu dengan kasih sayang orang tua kandung ku sendiri. Sungguh.. aku rindu dengan masa-masa harmonis keluarga kami. Kapan? Kapan aku bisa merasakannya lagi?:") Setidaknya beliau berdua masih hidup dan aku sangat bersyukur untuk itu. Meskipun tidak kutemukan lagi kasih sayang yang tulus itu:") #Dari Aku.. Si Perindu dan Pencemburu(Iri)
All Rights Reserved
#2
butuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Dear Fenly || Un1ty
  • RIRI NATARI [END]
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • 27 FEBRUARI
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • GEVRONZ

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines