Denotasi

Denotasi

  • WpView
    LETTURE 140
  • WpVote
    Voti 13
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, set 23, 2022
WpInfo
Fanfiction
NCT
SLOW UP Semakin dewasa Yaya semakin mengerti tentang semua yang terjadi dalam hidupnya. Berusaha menerima hanya itu yang bisa dia lakukan, menanamkan diri akan persepsi bahwa pandanglah apa yang kamu punya, bahagiakan dan ikut berbahagia, bersyukur akan kehadiran mereka, dan berusaha agar semua ini bertahan. Bukan memandang akan hal yang dia tidak punya, memandang terus kebelakang dengan bayang bayang akan kekosongan. Semua perasaan yang akan dia rasakan itu kuncinya juga pada dalam diri, menentukan untuk terpengaruh atau tidaknya dirinya dari hebatnya kuasa orang orang dunia luar. . . Yaya manusia biasa dengan misi selalu membuat tawa di wajah mereka yang dia sayang. ✯✧✯✧✯✧✯✧ **** ◽Cover by author ◽Cerita ini berasal dari otak dan diketik oleh tangan author sendiri!
Tutti i diritti riservati
#146
winwin
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Dua cangkir satu Meja
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • Felicity [On Going]
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti