Story cover for Time For Out  by sexiestcherries
Time For Out
  • WpView
    Leituras 3,055
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 3
  • WpView
    Leituras 3,055
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 3
Em andamento, Primeira publicação em mai 18, 2021
Dunia selalu adil di tempatnya. 

   "Tapi kali ini, aku merasa. Aku merasa ketidak adilan karna aku sendiri yang memulai, membentuk, dan membiarkannya."

Tidak ada yang dapat memahami pola pikirku yang sempit ini, tapi tiba tiba saja ada yang membangunkan kesadaran itu dengan harusnya merendahkan diri sendiri :) 
Itu memang perlu! Agar kita dapat tersadarkan! 
Itu memang perlu! Agar kita dapat berubah! 

Tapi apa iya? Dengan stressful, kesadaran dan perubahan bisa mendominasi? 
Menyalahkan diri sendiri memang tidak baik, namun disaat seperti ini... menyalahkan diri sendiri adalah solusinya. 

Aku akan berusaha sepositive yang kubisa. Tapi apa? Walau kenyataan berbicara bahwa aku adalah 
Aku akan tetap menjadi wanita yang buruk! Wanita yang kejam, wanita yang sengaja memperlihatkan daya tariknya dengan menggoda dan mencoba untuk merampas kebahagiaan orang lain. 

Mau sampai kapan hal ini berlanjut? 
Sampai waktu yang sudah ditentukan oleh diri sendiri berakhir? 

Hahahaha. Lucunya, banyak orang yang menanti dirimu yang kotor ini dengan kepalsuan dan ketidak pastian mereka. 

So what are you doing for? Masih menyempatkan diri? Untuk bergabung dan menikmati lawan arus yang begitu hina ini?
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Time For Out à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#16cerita18
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Love Mistake, de Shintyachoi
5 capítulos Em andamento Maduro
Dibanding ditinggalkan, Tanya lebih memilih untuk melakukan apapun yang Areez inginkan. Apapun itu, meski menyakiti perasaannya, melukai harga dirinya. "Good girl..." Areez mengelus punggung telanjang Tanya dengan ujung jemarinya, tangan lainnya meremas payudara Tanya, mencubit ujungnya yang meremang oleh gairah. "Buka pahamu lebih lebar." Areez berbisik, menggigit cuping telinga Tanya main-main, membuat Tanya gemetar oleh dambaannya atas diri Areez. "Masuk..." Areez memanggil seseorang untuk masuk ke dalam kamar mereka, masih sembari mendekap Tanya dari belakang, menikmati pemandangan vagina Tanya diantara pahanya yang terbuka lebar. Lengan besar Areez mengungkung tubuh Tanya, mencegah gadis itu kabur meski Areez yakin Tanya tidak akan pernah kabur darinya. Tanya melihat wanita lainnya masuk, wanita tak dikenal seperti kebiasaan Areez di setiap kesempatan. Perutnya melilit tidak nyaman, hatinya berdenyut menyakitkan. Tapi Tanya tidak mau Areez meninggalkannya... Jadi ketika wanita asing itu berjalan ke arah mereka, membuka pakaiannya yang tipis, dan bersimpuh di bawah kaki Areez dengan Tanya dalam dekapan lelaki itu. Tanya hanya bisa memejamkan mata, serta berharap aktivitas ini segera selesai. ---Adult Romance Story--- Hanya untuk Pembaca Dewasa Tulisan ini pure hasil imajinasi penulis ditambah referensi dari banyak karya yang penulis nikmati. Dilarang meniru atau memperbanyak cerita ini. Segala hal yang ada dalam cerita ini hanyalah fiksi dan khayalan penulis.
Talvez você também goste
Slide 1 of 6
Meniduri Wanita Lain [END] cover
My Pervert Keyboardist cover
Sweetest Touch cover
SEVEN SHOTS cover
Love Mistake cover
Friend Zone ! [END] cover

Meniduri Wanita Lain [END]

121 capítulos Concluída Maduro

Peringatan: Rate: 21+ Harap bijak dalam memilih bacaan. "Aaah ...." Sebuah desahan lolos dari bibir seorang wanita ketika seorang pria kini sedang mencumbu mesra dirinya. Wanita yang sedang duduk di atas pangkuan pria itu terus mendesah nikmat dengan mulut yang terbuka ketika pria itu tengah mencumbu bagian lehernya. "Ah ... Terus!" desahnya bahkan sebelum pria itu memasukkan miliknya. "Sepertinya kita butuh kamar, honey," bisik sang pria dengan suara serak dan beratnya, benar-benar sangat sexy sekaligus menggairahkan, membuat si wanita bergidik merasakan aura sang pria. ***** Manora James, seorang wanita yang sangat mencintai Aldrich Hamilton, yang tak lain merupakan kekasihnya sejak bangku perguruan tinggi. Keduanya memilih menikah ketika Aldrich memiliki pekerjaan tetap di perusahaan milik keluarganya. Namun, semakin hari sesak semakin menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak, Aldrich yang dulunya sangat perhatian dan sangat mencintainya kini berubah menjadi dingin dan tak tersentuh olehnya. Jangan lupakan kebiasaan pria itu yang kini lebih senang menghabiskan waktu di luar dengan para wanita bayaran. Perlahan Manora mulai bertanya, apa dirinya harus bertahan di tengah dinginnya pernikahan mereka atau memilih pergi dan melupakan segala sakit yang membelenggunya. Manora dilema, antara bertahan dan pergi, apa yang harus ia pilih?