Story cover for Something In 18 by senjamera
Something In 18
  • WpView
    Reads 464
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 464
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published May 19, 2021
Tidak ada yang lebih mengejutkan dari nasib Aurelia Vega, bangun dari koma dengan keadaan tidak mengenal siapa-siapa. 

Gadis malang yang harus menerima kenyataan bahwa dirinya koma selama dua tahun.

Tak ada keluarga, kerabat maupun sahabat yang mengunjungi kamar 1817 itu.

Hingga dia bertemu satu,

Satu orang yang membawa nya kembali ke dua tahun lalu. 

Menjalani lintas waktu yang menyenangkan sekaligus mendebarkan.

Memecahkan misteri yang terjadi saat dia berumur 18. 

Bersama dia,

Regantara Mahesa.
All Rights Reserved
Sign up to add Something In 18 to your library and receive updates
or
#187fantasiremaja
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Grace Beyond the Spotlight! cover
Transmigrasi Figuran cover
Siapa Arabell?   [Tahap Revisi] cover
When The Villain Looks At Me cover
Aurelia Maeva Sinclair cover
the way you hurt me (ON GOING) cover
The illusion of Transference cover
The Secret That Makes Me Grow [END] cover
FLATTERY cover
Kaca yang retak cover

Grace Beyond the Spotlight!

35 parts Complete Mature

Langit sore itu kelabu, seolah turut merasakan beban yang menghimpit dada Aira. Di balik jendela kaca lantai dua puluh empat, dunia tampak begitu jauh-tak peduli, tak ramah. Setiap hari, ejekan, hinaan, dan tatapan tajam menamparnya lebih keras dari kata-kata. Sekolah bukan lagi tempat belajar, tapi panggung penyiksaan batin. Aira menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah ke balkon apartemennya. Angin menerpa rambutnya yang panjang, seolah mengajak bicara. Ia menutup mata, melepaskan satu-satunya genggaman terakhir pada dunia ini. Dalam sekejap, tubuhnya melayang, jatuh, bebas... Gelap. Namun saat kesadarannya kembali, Aira tidak menemukan dirinya di pelataran apartemen. Ia terbangun di tempat asing-dalam sebuah ruangan batu tinggi, sempit, dengan jendela lengkung kecil yang menghadap hutan luas. Gaunnya bukan lagi seragam sekolah, melainkan kain panjang berenda seperti putri zaman dahulu. Di kejauhan, bunyi terompet dan gemuruh kuda menggema. Di mana aku? Satu hal yang pasti: ini bukan dunia yang ia kenal.