CHARLOTTE | Ma Jiaqi

CHARLOTTE | Ma Jiaqi

  • WpView
    MGA BUMASA 54
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, May 21, 2021
Bukan sekedar nama tempat, Charlotte baginya adalah kenangan dan harapan. Segelas Lemonade yang dibuat dengan cinta dari sang rupawan membawanya untuk berkenalan dengan sosok gadis dengan tangan emas. Charlotte Cafe, menjadi tempat pertama mereka bertemu. Setiap hari, setidaknya ia akan datang dan menghabiskan waktu sebentar untuk menikmati racikan gadis itu. Dengan menu yang berbeda setiap harinya, ia jadi tau apa saja macam dari cinta yang dibuatnya. Rasa yang manis, sedikit asam, sangat asam, dan pahit sudah mengabsen lidahnya untuk merasakan tiap cinta yang sengaja diracik untuknya. Cherry Ade, Americano, Vanilla Latte, Ocean Blue, dan masih banyak lagi minuman tanda cinta dari sang gadis untuknya. Cobalah juga semua rasa itu di Charlotte. ---- HALLO...☕ Author kembali lagi dengan satu cerita yang terinspirasi dari nontonin cafe vlog di youtube. Enjoy... Peringatan!!! - Short Chapter - Spesial Ma Jiaqi - Mengandung unsur-unsur bikin haus dan pengen minum *Cerita ini murni dari otak author. Bila ada kesamaan dengan cerita lain, maka itu wujud ketidak sengajaan. .... © Ziziziii20
All Rights Reserved
#14
tnt
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Lemon Tea
  • [BL END] Heart of Glass / 玻璃心
  • As Sweet as You Are [END]
  • Coffee Romance
  • Special Customer [END]
  • Caramel Macchiato
  • Cerita Pendek - Separuh Hati

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman