CRYING ON THE MOUNTAIN (End)

CRYING ON THE MOUNTAIN (End)

  • WpView
    Reads 259
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ceisha sekarang berada di puncak gunung. Ia meneriakan. "Maaaffinnnn guuueeee Viiiii!!" begitupu suaranya mulai serak. Tapi hatinya terluka. Ia meminum sebotol untuk suaranya yang mulai serak. Tiba tiba Kevin meneleponya, sambil menangis ia mengangkat. "Sha! Via meninggal" kabar Kevin membuat jantung Ceisha nyaris melemah. mengapa Via bisa meninggal?! terus apa yang akan terjadi dengan Ceisha? OMG jangan lupa follow tik tok, buat yang k-pop pers: @evelyncans11 buat yang wibu: @chicii45 follow dan kasih paket lengkap buat aku yaa...
All Rights Reserved
#8
merindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • It's True Love With Ketos
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • HARUSKAH KAU PERGI
  • Say Bye
  • MY IDOL GIRLFRIEND ( ZEESHA )
  • MEISYA

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines