Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
REYHAN

REYHAN

  • WpView
    LECTURAS 191
  • WpVote
    Votos 39
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 16, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Menulis bukanlah hal yang sulit menurut Reyhan Andara. Seorang laki-laki yang masih remaja beranjak dewasa. Semuanya tercurahkan dengan apa yang diukir oleh pena. Baginya, menceritakan segala hal tentang hidupnya dalam kertas membuat hatinya lega. Apalagi menceritakan seorang wanita yang amat dispesialkan dalam hidupnya. "Sungguh, rasaku tak akan muat untuk kutuliskan, tinta akan banyak kekurangan, dan kertas akan penuh dengan sebuah goresan tentangmu", Selembar kertas yang jatuh dari pertengahan buku catatan Reyhan, berwarna hitam dengan cover bintang. Selembar kertas itu dibaca oleh Arini Dwinata saat menggeledah ransel milik Reihan. Apakah Arini akan membaca semuanya ? Bagaimana perasaan Arini, bahwa Reyhan seorang laki yang menurutnya sulit memiliki rasa kepada wanita ? Untuk siapakah kutipan itu ? Happy Reading Maaf kalo banyak typo🙂 Ini Karya Pertamakuuu☺
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Love in Uniform [On Going]
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • He Wrote My Name Wrong
  • Erlangga
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Stay With me
  • Eccedentesiast (Complete)
  • RAIHAN
  • Dikala itu, Aku Tak Mengerti

Di sebuah acara sekolah, sekelompok siswa dipilih menjadi panitia medis. Lavanya Meshazara (Vanya) dan teman-temannya harus menjalani tugas yang melelahkan, meskipun fasilitas yang mereka dapatkan terbatas. Sementara itu, ada Reygan Wijaya (Reygan), cowok atletis dan sedikit cukup friendly yang juga menjadi bagian dari tim medis bersama dua sahabatnya, Rega dan Farel. Hari-hari mereka diwarnai dengan tawa, keluhan, dan momen-momen spontan, mulai dari istirahat di UKS, mencari camilan di kantin, hingga menghadapi kejadian darurat ketika seorang pemain bola mengalami cedera. Di tengah kesibukan itu, hubungan antar anggota tim perlahan berkembang, dari sekadar rekan satu tugas menjadi lebih dari itu. Namun, seperti halnya setiap pertemuan, selalu ada kemungkinan bahwa kebersamaan itu hanya sementara. Setelah semua kesibukan selesai, apakah mereka masih akan tetap dekat? Atau justru kembali menjadi asing seperti sebelumnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido