Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    مقروء 54
  • WpVote
    صوت 9
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أحد, مايو ٢٣, ٢٠٢١
Note: Satu work ini berisi banyak judul cerita. Semua judul di work ini berbasis short story. Kemungkinan perjudul cerita hanya ada 2-4 chapter dengan tiap chapternya berisi kurang lebih 2000 kata. Buku ini menghadirkan ragam kisah. Tentang manusia yang menggantungkan sejumput harapan. Tentang sebuah pencarian akan nilai-nilai kehidupan. Tentang ledakan rasa kekhawatiran, kekecewaan, sampai keputusasaan. Atau juga tentang perasaan yang seringkali orang sebut dengan cinta tak berkesudahan. Kata orang, manusia berhak dan bebas berekspresi. Jika senang, ya tertawa. Jika sedih, ya menangis. Jika kecewa, ya marah saja. Namun, mengapa manusia-manusia di buku ini tak diizinkan semesta untuk mengekspresikan ragam laranya? Apakah mereka terlalu hina? Apa mereka ditakdirkan mati rasa? Atau mungkin mereka termanipulasi dengan pikirannya sendiri yang menganggap bahwa dunia tak pantas untuk manusia-manusia seperti dirinya? Di buku ini, kisah mereka diceritakan. Karena sejatinya, manusia memang harus lebih banyak mengambil pelajaran di setiap waktu dan kesempatan. E c c e d e n t e s i a s t (.) Someone who hides pain behind a smile Mei, 2021 -R, Senandiiika.
جميع الحقوق محفوظة
#146
selflove
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Stereotype; Soobin
  • Gone(✔)🔚
  • PAPERFLAKES
  • Breathe
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Absquatulate | KTH
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • I'M - ANTHOLOGY BOOK
  • RAGARA [ on going ]

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى