We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hello Teteh!

Hello Teteh!

  • WpView
    Reads 1,561
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya cinta itu buta. Kalau benar demikian, mestinya dia tidak bisa melihat hal-hal seperti penampilan, usia, latar belakang seseorang. Mungkin cinta bisa mengesampingkan hal itu. Tapi katanya juga, cinta itu harus dimiliki oleh orang-orang bijak. Siapapun yang sedang jatuh cinta, tidak meninggalkan logikanya di sembarang tempat. Sehingga "cinta itu buta" bisa terpatahkan. Sangat berbeda dengan Nara Astrajingga. Gadis itu pasti cinta, tapi mungkin tidak buta. Atau hanya gengsi semata? Begitulah kira-kira isi kepala Arbian Bagasmoro. Dipenuhi keyakinan-keyakinan yang ia buat sendiri. Asumsi yang dirangkai sedemikian rupa, sampai lupa menerima kenyataan yang ada. Dan hal itu adalah petaka sekaligus pantangan terbesar Nara. Arbian harus memungut kembali otaknya yang sudah berceceran kemana-mana. "Teh, anak cowok lecet dikit nggak papa kali. Nggak bakal meninggoy juga." -Arbian Bagasmoro. "Kamu itu dari dulu selalu bawa pengaruh buruk buat Adit!" -Nara Astrajingga.
All Rights Reserved
#297
jealous
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)
  • Deksa 's Diary
  • The Quest Of Love [Re-upload]
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • DANADYAKSA
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

"Mau hidup ataupun mati, gue gaakan pernah cinta sama orang kayak lo. Murahan! Sudah berapa kali lo mengangkang ke lelaki diluar sana? Ga cukup mereka, sampai ngedeketin gue lagi? Lo seperti perempuan yang gaada maruah!" Kata-kata itu jelas menyakiti hati gadis dihadapannya itu. Siapa yang tidak sakit hati, penantiannya selama ini sia-sia ditambah kata-kata tajam nan menyakitkan itu terlontar dari orang yang dicintainya. "Terima kasih sudah menghina. Aku memang mengejar cinta Abang Is, tapi bukan bermaksud Abang Is bisa seenaknya berkata bagai tak punya pelajaran adab ke Aku. Terima kasih sudah membuka mata Aku, Aku janji ga bakal ganggu Abang lagi, Assalamualaikum." Mulai saat itu, hari-hari Iskandar mulai berubah. Kala mengingat ucapannya ke gadis itu, membuatkannya terjatuh ke lembah keresahan dan bersalah. Belum lagi, dirinya mendapat kabar bahwa, gadis itu memilih pindah sekolah juga pindah tempat tinggal. Iskandar, frustasi akan semua itu membuatnya memilih mengurung jiwanya menjadi seorang yang cuek dan dingin pada sekitar. "Gue, akan cari lo sampai ketemu." "Cinta itu menyakitkan, kala duka diterpa bencana kala hati sudah pun terluka."

More details
WpActionLinkContent Guidelines