Hello Teteh!

Hello Teteh!

  • WpView
    Reads 1,568
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya cinta itu buta. Kalau benar demikian, mestinya dia tidak bisa melihat hal-hal seperti penampilan, usia, latar belakang seseorang. Mungkin cinta bisa mengesampingkan hal itu. Tapi katanya juga, cinta itu harus dimiliki oleh orang-orang bijak. Siapapun yang sedang jatuh cinta, tidak meninggalkan logikanya di sembarang tempat. Sehingga "cinta itu buta" bisa terpatahkan. Sangat berbeda dengan Nara Astrajingga. Gadis itu pasti cinta, tapi mungkin tidak buta. Atau hanya gengsi semata? Begitulah kira-kira isi kepala Arbian Bagasmoro. Dipenuhi keyakinan-keyakinan yang ia buat sendiri. Asumsi yang dirangkai sedemikian rupa, sampai lupa menerima kenyataan yang ada. Dan hal itu adalah petaka sekaligus pantangan terbesar Nara. Arbian harus memungut kembali otaknya yang sudah berceceran kemana-mana. "Teh, anak cowok lecet dikit nggak papa kali. Nggak bakal meninggoy juga." -Arbian Bagasmoro. "Kamu itu dari dulu selalu bawa pengaruh buruk buat Adit!" -Nara Astrajingga.
All Rights Reserved
#75
loveyourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Deksa 's Diary
  • WHO ?
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • Langit Yang Merenggut Cinta

"Bro, semua cewek sama aja." Kalimat itu keluar dari mulut Deksa Alshakar-sosok anomali yang paling tengil yang pernah Sayra temui. Badboy sejuta masalah, mulutnya lemes, sikapnya sok keren, dan .. sayangnya. "Lo itu cewek, ngapain jaga gue!" Suara Deksa penuh amarah, Mata cokelat gelapnya menatap Sayra tajam, meski tubuhnya kini tak bisa bergerak seperti dulu. "Gue lumpuh, Ra. Ini karma!" Hari ulang tahunnya berubah jadi hari paling kelam dalam hidupnya. Semua orang pergi. kecuali Sayra dan 4 temannya. Dia tetap tinggal. Deksa Alshakar. Pemilik geng motor Lion Night, yang dulu ditakuti semua orang-kini harus belajar bertahan dari karmanya. Dan Sayra, cewek keras kepala, memilih untuk merawat luka yang bahkan Deksa sendiri nggak yakin bisa sembuh. Tapi, apakah benar dia nggak akan pernah bisa berdiri lagi? Atau justru kehidupan nya akan lebih baik? Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang catatan, hukum, dan karma, ditambah dengan comedy dan seseorang yang perlahan berubah menjadi lebih baik. Langsung aja gas ke bab satu kak, Jangan baperr nanti🤭

More details
WpActionLinkContent Guidelines