Hello Teteh!

Hello Teteh!

  • WpView
    Reads 1,570
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya cinta itu buta. Kalau benar demikian, mestinya dia tidak bisa melihat hal-hal seperti penampilan, usia, latar belakang seseorang. Mungkin cinta bisa mengesampingkan hal itu. Tapi katanya juga, cinta itu harus dimiliki oleh orang-orang bijak. Siapapun yang sedang jatuh cinta, tidak meninggalkan logikanya di sembarang tempat. Sehingga "cinta itu buta" bisa terpatahkan. Sangat berbeda dengan Nara Astrajingga. Gadis itu pasti cinta, tapi mungkin tidak buta. Atau hanya gengsi semata? Begitulah kira-kira isi kepala Arbian Bagasmoro. Dipenuhi keyakinan-keyakinan yang ia buat sendiri. Asumsi yang dirangkai sedemikian rupa, sampai lupa menerima kenyataan yang ada. Dan hal itu adalah petaka sekaligus pantangan terbesar Nara. Arbian harus memungut kembali otaknya yang sudah berceceran kemana-mana. "Teh, anak cowok lecet dikit nggak papa kali. Nggak bakal meninggoy juga." -Arbian Bagasmoro. "Kamu itu dari dulu selalu bawa pengaruh buruk buat Adit!" -Nara Astrajingga.
All Rights Reserved
#96
gang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines