Genius Girl [ End ]

Genius Girl [ End ]

  • WpView
    Reads 414,799
  • WpVote
    Votes 9,119
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 13, 2021
Raina gadis jenius dan multitalenta itu harus meninggal dengan tidak elite dan sialnya jiwanya harus nyasar kedalam sebuah novel dan menempati tubuh seorang tokoh antagonis yang harus mati ditangan suaminya sendiri yaitu Bella Margareta putri dari seorang bangsawan membuatnya memiliki sifat manja, centil, sombong, dan angkuh pokoknya semua sifat buruk ada didirinya. Oh iya jangan lupakan otak bodohnya itu. Dengan segala keahliannya Raina membuat barang barang didunianya dulu didunia kuno itu membuat orang terkesima oleh keahliannya. Raina bertekad membuat pangeran jatuh cinta kepadanya agar dia tidak mati kembali dikehidupan keduanya ini, apakah dirinya berhasil? Don't forget to comment
All Rights Reserved
#11
alaric
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Brings You Home
  • The Antagonist's Destiny ✓
  • I'm not Raya [√]
  • Surviving as the Abandoned Lady {END}
  • The  Replacement Lady (End)
  • Menghancurkan Plot//Terbit
  • THE AROMA OF SOUL (COMPLETED)
  • Darla, Antagonist Lady [END]
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]

Raina menatap keluar jendela apartemennya yang berada di lantai 20, memandangi gemerlap kota yang tidak lagi terasa hidup. Dari jauh, segalanya tampak sempurna-pekerjaan dengan gaji besar, apartemen mewah, dan teman-teman yang sering mengajaknya pesta hingga pagi. Tapi di dalam dirinya, ada ruang kosong yang tidak bisa diisi oleh semua itu. Di sudut meja, tiket kereta menuju sebuah kota kecil tergeletak, mengingatkan Raina pada keputusan impulsif yang dibuat semalam. Dia tidak tahu apa yang ada di kota itu, hanya tahu bahwa dirinya butuh pergi-jauh dari rutinitas yang menyesakkan, jauh dari hidup yang terlihat sempurna di mata orang lain. Sebuah suara kecil di kepalanya bertanya, "Apa yang sebenarnya kau cari, Raina?" Dia tidak tahu jawabannya, tapi satu hal pasti: dia sudah lelah hidup seperti ini. Dengan koper kecil di tangan, Raina menutup pintu apartemennya, mungkin untuk terakhir kalinya. Dia tidak sadar, perjalanan ini bukan hanya tentang menemukan tempat baru, tapi juga tentang menemukan dirinya sendiri, dan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia duga-cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines