Story cover for Krisan & Amerta by el_hyung15
Krisan & Amerta
  • WpView
    LECTURAS 96
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 96
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado may 21, 2021
Bagaimana jika kamu tumbuh bersama anak laki-laki yang selalu jengkel atas sikapmu, tapi dia tetap memedulikanmu? Sampai rasa peduli itu membuatnya lupa akan batas yang dia punya. Sebuah pembatas tak kasat mata yang bernama, Agama.
-Krisan


Dia gadis kecil ceroboh yang ingin saya jaga terus senyumannya. Jika di suatu hari nanti saya diberi kesempatan, bolehkah saya meminta untuk hadir kembali sebagai seorang umat yang se-amin juga se-iman dengannya?
-Amerta
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Krisan & Amerta a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Canvas of Love (Tamat) de GaluhCahya8
34 partes Concluida
Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Kaila's Choice: Stay Or Move On? cover
Full Of Scratches cover
𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛 cover
Canvas of Love (Tamat) cover
Tentang Waktu (End) cover
TOO MUCH (Tamat) cover
BYE, MANTAN! (TAMAT) cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
AMERTA : The Last Embrace cover

Kaila's Choice: Stay Or Move On?

8 partes Continúa

Kamila Almeira Athaya. Gadis ceria dan menyukai hal-hal yang sederhana, seperti permen milkita dan strawberry. Karena sifatnya itu, banyak yang diam-diam menyukainya. Beberapa berani mendekat, mencoba mengukir kisah dan ada juga yang hanya bisa mengagumi dari kejauhan. Tapi meskipun banyak orang yang ingin mengisi hatinya, hati Kaila tetap tak tergoyahkan. Karena tanpa ada yang tahu, di balik tawa dan sikapnya yang ceria, ia menyimpan satu nama di hatinya, seseorang yang belum bisa ia lupakan. Seseorang yang diam-diam masih ia tunggu. Dan di antara mereka yang berusaha mendekatinya, ada satu orang yang terus bertahan, yang selalu ada di sisinya. Rama. Sosok yang mungkin, tanpa Kaila sadari sudah mulai mengisi celah kosong di hatinya. Namun, apakah Kaila akan tetap menunggu seseorang dari masa lalunya? Ataukah akhirnya ia akan menyadari bahwa cinta yang ia cari selama ini, justru ada di hadapannya? • • "Aku masih menunggumu. Meski waktu terus berjalan, meski semua orang menyuruhku melupakan. Tapi bagaimana bisa aku pergi, jika hatiku masih tertinggal padamu?" - Kamila Almeira Athaya "Gue suka dia, semua orang mungkin juga tahu. Tapi yang nggak sama orang tahu, gue selalu kalah sama orang yang disimpan dihatinya. Gue cuma bisa ada di dekatnya, berharap suatu hari dia bakal ngelihat gue... lebih dari sekadar teman." - Rama Bramantya Sakha