Kanaya and Idol [ ON GOING ]

Kanaya and Idol [ ON GOING ]

  • WpView
    Reads 529
  • WpVote
    Votes 218
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kanaya gadis 19 tahun ( 3 SMA akhir ) yang tidak sengaja dipertemukan oleh 1 orang yang ia kagumi dalam sebuah lomba tingkat nasional yang digelar di gedung serbaguna gubernur sebagai salah satu panitia dan berakhir menjadi kenal dan dekat, tetapi suatu saat aku mengalami dilema antara keinginan atau perasaan, dimana keinginan untuk memiliki popularitas atau perasaan yang tanpa aku sadari tumbuh tapi tidak ingin mengecewakan 1 pria lainnya " Aku yang salah atau tuhan telah merencanakan?" "Entah aku harus bersyukur atau mengeluh?" "Kemudian entah aku harus bahagia atau sedih ?" Kejadian itu benar-benar membuat hidup gue berubah dan tidak akan terlupakan...... Dan itu semua berawal dari kata '' kagum '' Jika aku tau akan berakhir seperti ini aku memilih untuk menghilang.... " maaf kak dan makasih no' " ucapnya sebelum pergi
All Rights Reserved
#4
perebutan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • ALTARSYA
  • me or her? [END]
  • Jangan pergi (End)
  • Three Targeted Girls!!
  • ||Perjodohan||✓
  • THAKSA
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines