Muhasabah Putih Abu (Terbit ✔)

Muhasabah Putih Abu (Terbit ✔)

  • WpView
    Reads 1,109
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Masa remaja ini sungguh indah dengan warna-warni dunianya. Aku terlena, terbuai fatamorgana masa muda. Seolah lupa bahwa kelak pasti ada tanya; "masa mudamu kau habiskan untuk apa? " - Zahara Haura Afifa Berkisah tentang kilas balik kehidupan seorang remaja bernama Zahara, from jahiliyyah to hijrah kaffah. Suatu pertemuan penuh hikmah dengan seseorang mengantarkannya pada ruang muhasabah tentang pencarian jati diri yang sesungguhnya. Seperti apa kisahnya? Tantangan apa saja yang ia temui dalam perjalanan hijrahnya? Akankah ia berhasil menjembatani orang-orang di sekitarnya untuk menempuh jalan yang sama?
All Rights Reserved
#2
ceritaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Can We? Only 9 Days
  • Filosofi Kaktus [Selesai]
  • BRAHMALA
  • Perfectly Imperfect [TAMAT]
  • MADRASAH CINTA
  • SHS : Dia Untuk Aku
  • Cinta Dalam Iman
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines