Interdependent

Interdependent

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
Sejak kecil, hidup Ayuda Paramitha tidak pernah benar-benar utuh. Orang tuanya berpisah, ibunya pergi, dan rumahnya lebih sering dipenuhi sepi bersama neneknya. Di tengah itu, ada satu hal yang selalu terasa dekat, yaitu rumah tetangga di sebelah kirinya, tempat ia tumbuh dan terbiasa berbagi hari sejak kecil. Di sanalah Aksara Bimantara pernah ada. Kakak dari sahabatnya yanng bernama Sakira, lebih tua enam tahun, pendiam, dan tidak pernah benar-benar Ayuda pahami karakternya. Lalu waktu membawa Aksara pergi merantau ke Surabaya. Dan kini, Aksara kembali. Bukan tanpa alasan. Kepulangannya... ternyata karena Ayuda. Namun Ayuda tidak menyadari apa-apa. Baginya, Aksara tetap sosok lama yang sekadar kakak dari sahabatnya, bagian dari masa kecilnya dulu. Sampai akhirnya, tanpa aba-aba, Aksara datang membawa satu hal yang mengubah segalanya, Pernikahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • NINGRUM
  • Almost Married (END)
  • Nakula
  • ANTAGONIS [BL]
  • Obsesi Adik Ipar
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • The Coffee After Morning

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines