We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tied Up

Tied Up

  • WpView
    Reads 1,582
  • WpVote
    Votes 343
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah kita itu bagai jaring. Saling bertautan, menyimpul salur dalam gurat takdir yang tak terbaca. Dipublikasikan @ Juni 2021 ∆∆∆∆∆∆ > Dilarang keras memplagiat, meng-copy paste sebagian atau keseluruhan cerita. > Dilarang dan mohon untuk tidak mengambil quote tanpa izin. > Cerita ini hanya di publish di wattpad. Dan jika kalian menemukan atau membaca cerita ini selain di platform lain, mohon segera laporkan. > I maybe not know, but Allah always be. Dosa plagiat tanggung sendiri, Cuy! > Find me → https://www.wattpad.com/user/Ryla30
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • Nedrian's Sibling [Book 3]
  • AIIQELLA||TAMAT||
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • REGATHAN [END]

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines