Takdir   "Do'a dan Harapan"

Takdir "Do'a dan Harapan"

  • WpView
    Reads 1,621
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Walau sudah ku menahan,tapi tetap kamu tak bertahan. Apa mungkin ceritanya akan berlanjut jika yang bertahan tak dua arah? "Mahalini" Mungkin yang ku lakukan terhadapmu salah bahkan melukai hati mu. Tapi kamu harus tau, hatiku jauh lebih sakit karena terpaksa melepaskan seseorang yang tulus mencintai kita. Hatiku sakit ketika raga kita dekat tapi kita jauh, ingin rasanya ku genggam tangan mu seperti dulu. Untuk saat ini mungkin aku hanya bisa mengagumimu dalam diam,aku hanya bisa berdoa suatu saat nanti bisa memilikimu lagi. Semoga takdir berpihak pada kita hingga till jannah. Aamiin "Nuca"
All Rights Reserved
#14
nucalini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Dan Selesai [Completed]
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Triangle 2
  • Stranger | Orine
  • Silent Scars | Orine
  • Promise
  • GEMINTANG HATIKU
  • Can We? [Completed]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines