A Child Dream

A Child Dream

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 27, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Perkenalkan namaku Surya, aku masih berumur 10 Tahun kehidupanku seperti orang seperti biasanya seperti bermain, sekolah, kerjakan tugas, dan tidur. Namun di setiap malam aku tidur aku entah itu mimpi atau memang nyata aku dibawa oleh seseorang yang bajunya seperti seragam berwarna abu abu dan juga dia memakai topi ala ala masinis di kartun kartun dia mengajakku untuk menaiki kereta yang terbang di atap rumahku dengan ajaib nya aku dibawa terbang ke kereta itu saat aku masuk aku terkejut ternyata sudah banyak sekali penumpang dan dia membawaku bersama penumpang ke berbagai tempat. Tempat yang aku kunjungi sangat indah dan keren aku pun menjadi pria yang terlihat seperti umur 20 tahun dan disana aku bertemu dengan seorang wanita cantik namun aku tidak bisa berlama dan tinggal disana ada saatnya aku bangun sang masinis tadi membawaku kembali ke ranjang dan aku pun terbangun, aku berpikir kembali apa aku bisa kembali? tadi itu keren sekali.
All Rights Reserved
#93
ajaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢
  • 𝐋𝐈𝐄𝐒, 𝐋𝐈𝐅𝐄, 𝐋𝐎𝐕𝐄
  • AUDREY
  • Journey After the End: Gong Siblings [END]
  • Across The Journey | ZhuYi [END]
  • BOOK I : Soul Fragment
  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Cornelisa Arraya [On Going]

Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines