INEFFABLE

INEFFABLE

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 2, 2021
Menyakitinya tidak pernah ada di dalam benak seorang pria yang identik dengan kaos oversize dan celana robek robek. Orang lain mengatakan jika dirinya memiliki sifat cuek terhadap orang lain kecuali kedua sahabat nya dan gadis dengan rambut blonde yang mampu menarik perhatian nya. 🌿🌿🌿 "Jika seseorang telah menyelinap masuk kedalam ruang hati gue, akan sulit untuk lepas kembali dari sana" -Reza Ardhito Wijaya "Betapa bodoh nya diri ini menyelami zona yang sudah jelas akan sulit untuk keluar dari sana" -Zidny Arabella Kusuma 🌿🌿🌿 "kamu gak pernah sama sekali mikirin posisi aku! Aku muak sama semua nya! Aku gak mau terus tersakiti. Cukup, Aku lelah. Mending kita akhiri semuanya" Zidny berlari menjauh, tidak memperdulikan pria yang terus memanggil nya. -----
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Destiny [COMPLETED]
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • Love Letters [END]
  • ARGA [Completed]
  • My Ice Prince
  • Dark Love [END]
  • Loving You
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines