Melukis Jingga

Melukis Jingga

  • WpView
    LECTURAS 77
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 1, 2021
Jingga Rona Senja, sang pemimpi yang tak punya mimpi. Hidup di keluarga pas-pasan yang mempunyai pemikiran 'perempuan itu nggak perlu sekolah tinggi' membuat Jingga membuang segala ambisinya. Lingga Vulkanika Guntoro, hidupnya berubah hanya karena satu peristiwa. Apa gunanya punya wajah tampan, otak cerdas dan anak orang kaya kalau harus menghabiskan hidupnya di atas kursi roda. Bagi Jingga kalimat 'uang mampu membeli segalanya' adalah kebenaran yang tak bisa disanggah, tapi bagi Lingga itu hanya kalimat kebohongan belaka. ───────────────────────────── Ini bukan kisah dua remaja yang dijodohkan dan saling jatuh cinta. Bukan juga kisah cewek yang di klaim pacar oleh ketua geng yang tampan bak dewa. Ini hanya kisah tentang mereka yang tak mengerti makna kata bersyukur dan rela menerima. Mulai : 23/05/21 End :
Todos los derechos reservados
#579
ambis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • After J (Complete)
  • Biantara | Lee Jeno
  • GISTARA (END)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Nothing Vain Love
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Gula - Gula
  • RAYAN ✔️ [TERBIT]
  • PANGERAN GUE! [COMPLETED]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido