Basket in Love

Basket in Love

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 23, 2021
Adelia Affira Faranisa Mahardika, gadis berparas cantik dengan lesung dikedua pipinya serta tubuh yang proposional membuatnya semakin bersinar. Adel merupakan atlet basket yang dikagumi banyak orang karena kepiawaiannya memainkan bola basket dan teknik yang tidak ada tandingannya sehingga membuat musuhnya kewalahan. Gadis pintar dengan sejuta prestasi yang memiliki kelebihan dalam hidupnya untuk membantu orang lain. Prinsipnya satu, dia akan menghormati orang yang memang pantas untuk dihormati. 23.05.21
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Tanpa Pamrih
  • Look At Here (Slow Update)
  • Basket dan Voly
  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Take Me Everywhere You Go [Completed]
  • Cinta Atau Sahabat
  • Puisi Cinta [END]
  • Love Love Strawberry
  • Adelia Story

Otak yang terlalu bodoh?Atau hati yang terlalu ber perasaaan. Keduanya sama sama membuat siksaan hati. Adelia, Maya, Adira. Tiga bersahabat yang ga bisa di pisahkan dengan cara apapun. Adelia faranisa azni, perempuan berparas Tinggi, dengan kulit yang kuning Langsat , bola mata yang hitam kecoklatan, Lengkap dengan rambut lurusnya yang hanya se dahi. Maya maheera rafiqah, salah satu sahabat Adelia, Tidak kalah cantik dari Adelia, Maya pun mempunyai kulit kuning Langsat, dengan hidung mancung, di tambah lesung Pipit yang membuatnya tambah manis saat tersenyum. Adira azzahrah. Sahabat mereka yang paling moodyan, Tapi Rara ga kalah cantik dari kedua sahabatnya itu. Malah rara jauh lebih sempurna bagi kaum Adam, dengan warna kulit sedikit berbeda dari kedua sahabatnya itu, Rara jauh lebih putih dari mereka, bola mata yang berpaduan dengan warna coklat sempurna, lengkap dengan gingsul nya, dan bulu mata badai tanpa buatan. Mereka bertiga sahabatan dari SMP, bahkan sekarang mereka sudah memasuki jenjang pendidikan SMA. Siapa sangka tiga sahabat itu satu sekolah lagi, padahal tidak ada percakapan mengenai hal ini sebelumnya. Hal ini membuat mereka berfikir mereka punya misi baru di SMA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines