Basket in Love

Basket in Love

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mai 23, 2021
Adelia Affira Faranisa Mahardika, gadis berparas cantik dengan lesung dikedua pipinya serta tubuh yang proposional membuatnya semakin bersinar. Adel merupakan atlet basket yang dikagumi banyak orang karena kepiawaiannya memainkan bola basket dan teknik yang tidak ada tandingannya sehingga membuat musuhnya kewalahan. Gadis pintar dengan sejuta prestasi yang memiliki kelebihan dalam hidupnya untuk membantu orang lain. Prinsipnya satu, dia akan menghormati orang yang memang pantas untuk dihormati. 23.05.21
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Look At Here (Slow Update)
  • Adelia Story
  • Cinta Atau Sahabat
  • Cinta Tanpa Pamrih
  • SEGARA(END)
  • Puisi Cinta [END]
  • Falling into the World of Modeling
  • Love Love Strawberry
  • Ignasia: Di Balik Gerbang Asrama (Harqeel)

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo