(•) MUTE

(•) MUTE

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 14, 2021
Untukmu yang tengah melawan diri sendiri, melawan ketidak sempurnaan dunia yang membuat lukamu di masa lampau pun masa sekarang. Aku hanya ingin berkata kamu adalah orang terhebat yang pernah kutemui. Manusia memiliki caranya untuk berkembang dan menjadi spesial dengan jalan yang lain-lain, maka ingatlah, bahwa kamu tidak pernah di lahirkan untuk menjadi sesuatu yang tidak berguna. Karena tanpa kamu tahu, kamu itu spesial dengan caramu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Serpihan Luka
  • Kamu
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • ANDROMEDA (TAMAT)
  • Adek Abang || END
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Insecurity [ SEGERA TERBIT ]
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines