Pelik
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 21, 2021
pernikahan Sadi dan Rino sudah genap 10 bulan. Suami nya masih saja belum berubah, bahkan belum menjadikan istri nya menjadi istri seutuhnya. Rino sama sekali belum menyentuh nya. Dia masih sama seperti di awal pernikahan, acuh tak acuh kepada sadi, orang baru yang hadir di dalam hidup nya. Sadi benar benar tidak tahan dengan hidup baru nya ini, sangat jauh dari yang di harapkan dan di mimpikan nya dulu. Setiap hari air mata nya tak kuat di bendung, karena dia pikir dengan airmata nya keluar, dia bisa sedikit tenang. Sadi benar benar tidak tahan dengan kehidupannya yang seperti ini, bahkan dia tidak tahu akan kah bertahan sampai akhir hayatnya bersama Rino atau kah sebaliknya, sudahi saja...?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Destination Wedding
  • Yang Mati, Yang Tersisa
  • Wildest Marriage
  • Still, I Choose You [ ON GOING ]
  • Sepuluh Bulan
  • Assalamualaikum Cinta
  • My Boss Husband
  • Kesempatan Kedua
  • Foggy Road (Completed 🌻)

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines