Di Atas Langit Al Quds

Di Atas Langit Al Quds

  • WpView
    Leituras 14
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mai 24, 2021
Bismillahirrohmanirrohim, Segala puji hanya milik Allah SWT Sang Pemilik Alam Semesta, yang memiliki Kuasa Atas Segala Sesuatu, Dialah yang menciptkan Langit dan Bumi dan seluruh isinya. Shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat dan semua mereka yang berjuang menegakkan kalimat Tauhid sampai akhir zaman. Palestina, bumi yang penuh keberkahan, sampai detik ini telah memberikan gambaran bagaimana hebatnya kebencian serta hilangnya sisi - sisi kemanusiaan. Sebuah cerita fiksi berdasarkan literasi visual penulis tentang bumi Palestina dimana didalamnya terdapat Masjid yang sangat disucikan oleh Ummat Islam, dan sampai saat ini masih dikuasai oleh penjajahan kaum Yahudi. Cerita ini mencoba untuk mengetengahkan masalah Palestina dalam sisi yang kemanusiaan dan sejarah, sehingga penulis berharap pembaca lebih mengetahui keberadaan Palestina khususnya Masjid Al Aqsa secara utuh. Penulisan ini dilakukan dalam tantangan 30 hari konsisten menulis. Semoga bisa bermanfaat ... #30harikonsistenmenulis
Todos os Direitos Reservados
#105
palestina
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Story of palestine 2
  • AZALEA
  • Di Balik Mimbar Masjid (END)
  • Di Bawah Langit Subuh (Seson 1||SELESAI)
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓
  • Arsalan Sa'ad Al-Malik
  • Kerudung Zahra
  • ARISYI EL QATHYA
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kamipun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi 'Allahu Akbar!' dan 'Bebaskan Palestina!' Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara, membangkangit resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum'at sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah 'laquwwatta illa bi-Llah!' Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu Serasa terdengar di telingaku. #episode 2 #palestine

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo