We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Forever Hope

Forever Hope

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Aku mencintai mu tapi aku sadar kau tak akan mungkin membalasnya Kau adalah poros kehidupanku tapi aku sadar kau tak pernah menjadikan ku sebagai poros kehidupanmu Aku selalu menatap ke arahmu tapi aku sadar kau tak pernah menatapku dengan cara yang ku lakukan Kadang semua ini membuatku berpikir, apa sedalam itukah rasa yang ku miliki untukmu Sampai tanpa sadar aku mencintaimu dengan semua hal yang ada didalam dirimu Tapi aku sadar kau takkan pernah menjadikan ku seperti yang ku lakukan untukmu Aku menganggapmu sebagai rumah tapi kau tak pernah menganggapku rumah, menurutmu aku hanya tempat persinggahan dikala kau bosan dengannya Selama ini aku lah yang bodoh, karena sampai saat ini perasaan itu tetap sama walau sudah banyak kecewa yang kau torehkan untukku Terlalu banyak rasa sakit yang kau beri untukku, tapo bodohnya rasa itu tetap tidak mau pergi dari hati ku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halaman Hidupku
  • ALVIN (On Going)
  • Thank You ( Kim Taehyung ).
  • Alisa's Story
  • Mahligai Sunyi
  • Berjanji Untuk Sehati
  • N O R A [on going]
  • I WONT GIVE UP
  • SOSOK WANITA YG MENCINTAI DLM DIAM [END]
  • Anak DESA ✔

patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines