Pelangi untuk Pelangi

Pelangi untuk Pelangi

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana perasaanmu jika kamu gagal menikah tiga kali hanya karena karena penyakit yang kamu derita? Apakah makna sebuah niat pernikahan sesempit itu? Begitulah kisah Pelangi. Gadis berusia dua puluh tujuh tahun itu di tolak oleh calon suami dan calon mertuanya hanya karena dia hanya memiliki nol koma sekian persen kemungkinan untuk hamil. Namun, dia tak pernah merasa putus asa. Baginya, tugasnya tidak hanya mengejar cinta dunia tapi juga harus berusaha mengejar akhirat. Hingga akhirnya dia bertekad menghabiskan waktu di pesantren selama bulan Ramadhan untuk memperkaya ilmu agama. Lantas bagaimana kisah kehidupan Pelangi selanjutnya. Akankah ia berhasil melawan penyakitnya dan menemukan cinta sejati yang tulus mencintainya? Akankah keajaiban ramadhan berpihak padanya?
All Rights Reserved
#287
pelangi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Dinar : Telaga Kedua
  • Ahya
  • Rintihan Hujan
  • Angel To Raya (END)
  • Membumi(Tamat)
  • Sepertiga Malam Bersama Allah
  • Istri Pilihan Bunda (End)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines