Asiyah tak mengerti apa salahnya saat Allah belum berkehendak memberikannya anak. Namun suaminya, Wirya, berpikir ada yang salah dengannya dan mengajukan perceraian. Apa menunggu seorang anak begitu susah dilakukan? Asiyah terpuruk kala Wirya membawa pulang seorang gadis jelita dan mengatakan akan menikahi gadis itu. Dibanding dimadu, Asiyah setuju berpisah dan kembali ke Jakarta. Berbekal harap waktu kan menghempas kenangan, Asiyah sadar cinta telah menyakitinya terlalu dalam hingga kepercayaan sirna tuk memulai satu melodi baru. Ketika lagu Asmara mengalun dari samping rumah ibunya, Asiyah ditarik pada lembaran dirinya semasa remaja. Asiyah ingin bahagia. Bagaimana jika pilihannya adalah pria yang terpaut enam tahun dengannya? Atau duda di seberang rumah? Mungkinkah cinta lain yang lebih hakiki akan melunakan hatinya?
Más detalles