ALMA  [ON GOING]

ALMA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, May 30, 2021
My First story ini kisahnya! "haruskah aku yang pergii?" "Kalau aku tidak pergi,apakah aku pantas dengannya?" "bahkan untuk menutup rambutku saja aku belum sanggup...bagaimana aku bisa pantas bersanding dengan seorang hafiz Qur'an seperti diaa??" pertanyaan pertanyaan ini saja lah yang membanjiri pikirannya sejak lima tahun terakhir.bukan tanpa sebab Alma hanyalah gadis kelas XII IPA yang lebih hafal rumus fisika ketimbang isi ayat Al-Qur'an. "aku sangat berbeda dengan naylaa..dia yang lebih pantas untuk nyaa" Wtfff what's wrong dengan naylaa??
All Rights Reserved
#144
cintaa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Doa Yang Tak sama | END
  • 2 IMAN 1 AAMIIN || UN1TY [▪︎FULL EPS▪︎]
  • My Diary
  • Takdir Dalam Do'a
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Lost feeling
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Story Of love  " Ana Uhibukki Fillah "
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines