My Prince Is (Not) Yours {Mrm}

My Prince Is (Not) Yours {Mrm}

  • WpView
    Leituras 5,330
  • WpVote
    Votos 343
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, set 6, 2025
Guyuran hujan membanjiri jalanan. Dari jauh, ia hanya bisa menaklukkan sesak di dadanya dengan terus mencengkeram setir, tak peduli terhadap dua mata di dekatnya yang mengkhawatirkan kebahagiaannya. "Diakah orang yang kamu cintai? Wanita itu?" "Tidak Baba." Kendaraan putih tersebut berlalu. Dari seberang, dia memandang kosong kepergian mereka. [•••] "Bagaimana jika aku bukanlah tulang rusukmu, Mohammed?" "Walaupun dia lebih mampu membuatku bahagia, bukan berarti hanya dia yang terbaik dalam hidupku!" [FOLLOW FOR MORE]
Todos os Direitos Reservados
#13
mrm
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Assalamualaikum Imamku
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • KHALIFAH
  • Terlalu Baperan!
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Rinai
  • Pahala Surgaku✓
  • SERIBU HADITS✓
  • THE CLIMB [Completed]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo