Nggak ada yang pernah siap untuk kehilangan rumah paling hangat. Tapi Giandaru Mahesa harus kehilangan itu. Ayah di PHK dan masih kesulitan mencari pekerjaan. Ibu berjanji membantu perekonomian dengan berjualan masakan, namun hanya bertahan sebulan karena setelahnya, Ibu memilih pergi dari rumah membawa adik perempuan Gian yang masih kelas 3 SD untuk tinggal di rumah kakak perempuan Ibu sambil menemani Ibu mencari uang. Rumah jadi sepi tanpa sapaan hangat Ibu dan tawa ceria sang adik. Atmosfir dingin yang menyelimuti Gian dan Ayah membuat rumah tidak sehangat dulu. Belum lagi konflik antar saudara yang membuat Ayah dikucilkan oleh dua saudara kandungnya. Dalam sekejap, baik Gian maupun Ayah, mereka sama-sama kehilangan hangatnya keluarga kecil dan keluarga besar mereka. Tanpa memberi jeda dan menunggu insannya siap, semesta tetap menyuruh mereka untuk bertahan hidup dalam keterbatasan. Gian lelah. Namun menyerah dan mati pun ia masih takut. Sungguh. Bagian-bagian dirinya yang mendarah tanpa diketahui banyak orang adalah yang paling membuatnya sesak. written in bahasa by disemithrall 2021
Mais detalhes