Manusia Buih-buih Laut

Manusia Buih-buih Laut

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 5, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Bapak tak kembali, Bapak tak akan pernah kembali lagi." Setelah pagi dimana ayahnya yang melaut tak pulang, Sarky menjadi anak perempuan sebatang kara tanpa siapapun di sebuah pulau kecil yang hidup dengan menyembah Laut. Kehidupannya berubah dan ia tak siap untuk itu, bergelung dalam duka perginya Bapak--satu-satunya keluarga yang ia miliki. Ia putus asa dan kehilangan arah. Lalu sesuatu mendatanginya, sesuatu yang berasal dari Laut yang selama ini ia sembah. Masuk dari pintu depan rumah panggung, untuk menjawab semua pertanyaan Sarky. Tentang mengapa ia kehilangan, dan mengapa harus ia yang merasakan itu. "Dari Laut kami hidup, dan ketika mati kami kembali ke Laut."
All Rights Reserved
#133
watty2021
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • #01 Mendarah [Selesai]
  • Rea Rega
  • Rindu rumah [END]
  • ZORA | ✓
  • Moonlight [ REVISI ]
  • AWAKENED [Sudah Terbit]
  • Raya
  • Heartbeat [END]
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • For The Sweetest, Keyla [END]

Nggak ada yang pernah siap untuk kehilangan rumah paling hangat. Tapi Giandaru Mahesa harus kehilangan itu. Ayah di PHK dan masih kesulitan mencari pekerjaan. Ibu berjanji membantu perekonomian dengan berjualan masakan, namun hanya bertahan sebulan karena setelahnya, Ibu memilih pergi dari rumah membawa adik perempuan Gian yang masih kelas 3 SD untuk tinggal di rumah kakak perempuan Ibu sambil menemani Ibu mencari uang. Rumah jadi sepi tanpa sapaan hangat Ibu dan tawa ceria sang adik. Atmosfir dingin yang menyelimuti Gian dan Ayah membuat rumah tidak sehangat dulu. Belum lagi konflik antar saudara yang membuat Ayah dikucilkan oleh dua saudara kandungnya. Dalam sekejap, baik Gian maupun Ayah, mereka sama-sama kehilangan hangatnya keluarga kecil dan keluarga besar mereka. Tanpa memberi jeda dan menunggu insannya siap, semesta tetap menyuruh mereka untuk bertahan hidup dalam keterbatasan. Gian lelah. Namun menyerah dan mati pun ia masih takut. Sungguh. Bagian-bagian dirinya yang mendarah tanpa diketahui banyak orang adalah yang paling membuatnya sesak. written in bahasa by disemithrall 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines