Tatkala Teja Sudahi Mendung

Tatkala Teja Sudahi Mendung

  • WpView
    Reads 976
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 23, 2021
WpInfo
Poetry
-Tatkala Teja Sudahi Mendung- Aku nukilkan secebis karya hina, Dibaluti sebuah perasaan manusia, Yang meluah dengan siratnya makna, Moga puisi ini tidakkan jadi yang sia-sia. Puisi ini bersifat harian biasa serta digambarkan dengan gambar waktu senja. Saya merupakan penggemar senja walaupun dia akan pergi tetap saya menanti cuma kita sering terlepas pandang fajar yang bakal mendatangi. Puisi ini disertakan sekali dengan kosa kata klasik, kuno, istana di bawah tarikh beserta maknanya sebagai ilmu pengetahuan baru buat semua. Semoga para pembaca menyukainya, jikalau ada sebarang kekhilafan atas karya puisi saya boleh mesej saya dan saya akan usaha untuk perbaiki kesalahan yang berlaku. Jasa anda sangat dihargai oleh saya. Ayuh kita semarakkan semangat cintakan sastera agar tak hilang ditelan kemodenan zaman. Selamat Membaca Puisi Started ; 12/10/2021
All Rights Reserved
#361
melayu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE ONE [C]
  • Marah-marah Sayang
  • Takdir Hidup Raudhah || [C] (IN EDITING)
  • 〘✓〙My Little Young Wife
  • Haider Akashah: His Bidadari [Completed]
  • Cinta Penjerat Hati
  • Sincerely Love ✔️
  • Dia Imamku
  • Mischievous Girl

Warning ❗️ •Typo dan penanda wacana bersepah sebab tak edit lagi. Baca lah dulu yang versi typo ya. Maaf. •Kena baca Eternity Love dulu baru faham jalan cerita ni nanti 😘 •Macam biasa, jangan letak expectation tinggi sebab plot cerita ni cliche sangat 🤭 Dari cinta monyet bertukar jadi cinta pertama. Dia percaya kalau cinta monyetnya itu akan menjadi yang pertama dan terakhir untuknya. Siapa sangka mereka akan bertemu kembali. Adelia mula menunaikan janjinya. " Hai Kekanda, miss me? " - Tengku Adelia Hannani Adelia mula merangka rancangan untuk mengikat kekanda yang dia tunggu selama ini. "Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā'a sabīlā " - Nazeem Zulfaqar Tersentap? Tidak! Adelia, semakin dilarang semakin mendekat. Baginya, sekeras-keras kerak nasi, direndam akan lembut juga. Begitu juga dengan hati kekandanya itu. " Jangan tolak sangat kekanda, takut tersungkur ke hati adinda " - Tengku Adelia Hannani " Ni baju umur 5 tahun ke? Sendat macam nangka busuk. Sakit mata aku tengok. Badan tu kalau cantik nak tayang, tak apa juga " - Nazeem Zulfaqar Sakit mata? Tak ada masalah. Adelia boleh mengubah penampilannya demi kekandanya. " Cantik tak adinda? Elok tertutup dengan telekung ni. Memang confirm tak nampak apa dah. Semua dah tertutup demi kekanda " - Tengku Adelia Hannani Wanita itu, ada saja cara untuk counter balik sehingga Nazeem mati akal. Mampukah Nazeem pertahankan tembok yang dibina untuk menolak Adelia yang agresif mengejarnya itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines