Story cover for Sahabat Tapi Menetap by Skala_Rasa
Sahabat Tapi Menetap
  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 25, 2021
"Bim, nikahin gue dong." Ucap gadis yang memiliki nama Kara Adisti. Gadis itu terus menarik-narik ujung kemeja berwarna navi yang di pakai lelaki itu.

"Kara yang imut kek semvak upin ipin, gue belom mau nikah sayang." Jawab lelaki 'bim' itu. Lelaki itu berusaha melepaskan jeratan gadis bermata indah itu.

"Gue gak mau tau!, lo nikahin gue bim!." Teriak Kara sambil memeluk pinggang Lelaki itu posesif.

"Kalo gue gak mau gimana,hem?." Tanya Lelaki itu sambil memberi ciuman ciuman kecil di pipi Kara. Lelaki yang memiliki nama Bimo Arya prakasa itu terus tersenyum melihat tingkah sahabatnya.

"Gue perkosa lo!" Jawaban Kara membuat Bimo membulatkan mata tak percaya. Kara berkata dengan muka yang polos.

NB: Hanya cerita sederhana yang ingin menemani kesendirian anda. Asli dari pemikiran penulis sendiri. Jangan ada plagiat di antara kita yaaa
All Rights Reserved
Sign up to add Sahabat Tapi Menetap to your library and receive updates
or
#264kara
Content Guidelines
You may also like
Unplanned marriage by SiGanteng11
9 parts Complete
Revalda Riza Renata Ia anak perempuan yang dilahirkan dari keluarga yang humoris. Mempunyai dua kakak laki laki yang tingkat warasnya setengah. Garis takdir yang membuatnya dijodohkan oleh kedua orang tua nya. Lelaki itu bernama Abrar Narazka Pratama Lelaki romantis dan sangat perhatian, tapi semua itu berbeda ketika ia ditinggalkan menikah dengan calon istrinya. Ia menjadi sosok yang lebih pendiam, dingin, dan jutek. "Nata, Kamu udah punya pacar?" Tanya Papa yang mengagetkan Gue dengan pertanyaannya. Jujur aja Gue gugup plus malu juga ditanya begitu di depan orang orang. "Em. Belum Pa! Kenapa? " Jawab Gue jujur. Emang bener kan Gue jomblo. "Baguslah, kalau pun Kamu punya, Papa juga bakal nyuruh Kamu Putus! " ujar Papa ngebuat Gua tegang juga gugup. Karena gimana pun juga Gue kan lagi Naksir Mantan Kakak kelas Gue. "Ta... Papa mau Kamu Nikah sama Abrar!!" "Apaa! Maksudnya gimana Pa?" Gue bingung sama yang di maksud Papa. Gue sempet menatap bola mata Baban yang juga lagi menatap ke arah Gue. "Sttt. Terima aja udah, Doi ganteng loh, tajir lagi. Kalo Gua jadi lo si Gua mau. Sayang aja Gua batangan." bisik Bang Dion di telinga kiri Gue. Setan emang Abang Gua yang satu ini, mana bisik nya di sebelah kiri, cocok udah jadi iblis. "Mayan Ta. Bisa lu porotin, ntar kalo udah kawin lu bisa minta ice cream se-kamar. Apalagi kalo lu hamil minta ini anu itu diturutin. Udah sana kawin aja lu ama dia." set an satu lagi berbisik. Siapa lagi kalo bukan Kak Rico. Kawin Kawin dikira Gua kucing. Jangan kan mikirin proses bikin debay, mikirin nikahnya aja Gua ga mau. . . . Kepoo sama kisah selanjutnya??Kalo kepo langsung aja baca, siapa tau tertarik bagi kalian. Okee
Don't call it love! by ArmayaA
29 parts Complete
Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"
You may also like
Slide 1 of 8
"Arif: Jomblo Sampai Negara Api Menyerang"  cover
friendship dump cover
AMOUR (Mr. Pradipta) cover
The Way I Love You cover
CAHAYA CINTA cover
Unplanned marriage cover
Don't call it love! cover
After Wedding? cover

"Arif: Jomblo Sampai Negara Api Menyerang"

21 parts Ongoing

Muhammad Arif. Lulusan kampus. Pengangguran. Jomblo. Tapi tenang, bukan penjahat. Hidupnya kayak sinetron tanpa soundtrack: awkward di job fair, ditolak HRD, dan selalu kena mental tiap liat pasangan pamer kemesraan di Instastory. Di tengah kerasnya hidup, Arif cuma punya satu hal: tekad buat ketawa, walau hidup terus nge-prank. Bareng sahabatnya yang absurd, Fraxy, Arif melewati hari-hari penuh drama komedi, mie instan, dan nasihat-nasihat ngawur. Ini bukan kisah cinta picisan. Ini kisah jomblo realistis, ngenes, tapi selalu nemu alasan buat ketawa. Cocok buat kamu yang capek disuruh "kapan nikah?" dan butuh hiburan yang relate, receh, tapi dalem.